About

Saya Mimbar Kata

Salam dihulur pembuka kata
Susun jari pohon ampun
Sekejap menegur dalam sapa
Kepada Allah kita pasrahkan

Menatap kaca buram. Begitu saya temukan nasib yang tertebar pada dunia sastera. Ia semakin mengundur dan larut dalam  gantungan dunia moden dan upaya abad baru seperti internet, media sosial dan rempuhan pengaruh teknologi dan kemodenan. 

Sastera sedikit terbiar dan terjarak dari haluan khalayak. Alam yang pernah penuh warna dan segar pada kelopak jiwa khalayak dan pembaca, menjadi mengecil dan buram persis kaca buram.

Sepatutnya perkembangan dunia sastera harus berganding dan berupaya melonjak bersama denyut abad baru. Pembaharuan yang dimiliki manusia dari corak komunikasi dan interaksi seharusnya tidak meninggalkan debu yang menghakis wajah sastera.

Sastera harus berlari dan kuat merempuh alam jauh. Berbicara tentang kemanusiaan, keilmuan, dan keindahan sehebat zaman tulis baca dan percetakan. Sastera harus dimartabat berlari dengan langkah sama dalam membugar kemajuan dan kemakmuran negara. Manusia mendekati buku-buku untuk meneroka ilmu dan biarlah buku sastera dan ilmu sastera berupaya 
merebut hati dan cinta pembaca.

Untuk memperkuat ujar bicara, saya tampilkan beberapa bahagian blog ini dengan ikutan mudah. Agar ia menjadi lebih pelbagai, lebih menyulam setiap renda sudut dan inti kehidupan sebagai renung dan sari fikir. Sanggar Puisi adalah tampilan puisi-puisi yang saya hasilkan. Gapura Seni menyentuh aspek manusia dan alam seni. Kaki Melangkah adalah paparan daya tarik dan istimewanya manusia dan budaya setempat. Warisan adalah lakaran informasi budaya, adat dan hidup yang menjadi warisan. Inspirasi menterjemah kata dan bahasa yang mampu membuka minda dan mengajak kita bersama merenung dan berfikir. Islam, muhasabah kita terhadap agama dan tanggungjawab diri dalam kehidupan. 

Terbaru saya perkenalkan segmen Kau dan Aku sebagai nyala jiwa dan bara semangat mengait inspirasi menghadap bara juang hidup.

Saya mencuba untuk segalanya...
Terima kasih kerana bersama di sini.  

Dari Tanjung ke Kuala Berangan
Singgah di jeti membeli selasih
Kalaulah lemah dan kekurangan
Begitu adat baru bertatih

Saya juga berada di sini Mimbar Kata
Blog Mimbar Kata
dan
Blog Mimbar Kata Page

5 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

© 2011 mimbar kata, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena